Educrazy's Blog Title

Tutorial WordPress dan Gudangnya Pengetahuan

Makna Kejadian Manusia

Posted by educrazy pada Mei 2, 2010

Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”. (QS. Al Mu’minun: 12-14)

Teks diatas merupakan penggalan dari ayat suci Al Qur’an yang menjelaskan proses kejadian manusia. Tahap-tahapan yang dijelaskan dalam Al Qur’an memang suatu kebenaran yang dapat dibuktikan secara medis dan ilmu kedokteran modern, padahal teks itu lahir sekian ratus tahun lalu pada masa Muhammad SAW. dan perkembangan ilmu kedokteran belum canggih.

Memang, seringkali pembuktian ayat Al Qur’an ini baru disadari atau baru dipahami setelah kecanggihan dunia kedokteran ditemukan, lebih-lebih mereka yang ,erealisasikan bukanlah mereka yang beriman kepada kitab suci Al qur’an. Dengan kata lain, banyak hal yang ditemukan oleh orang non-muslim sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Al Qur’an, dan baru disadari oleh umat Islam setelah melihat kembali kitab suci Al Qur’an. Maka tidak jarang dari kalangan cerdik—cendikiawan yang mengungkapkan sindiran bahwa umat Islam hanya mampu mencari legimitasi penemuan baru dari Al Qur’an, tanpa mampu melakukan upaya menemukan dan merealisasikan kandungan Al Qur’an dalam kerja-kerja yang lebih kongkrit. Mohammad Arkoun, salah seorang pemikir Maroko pernah mengatakan bahwa musuh tantangan umat Islam di masa depan tidak selamanya dari dunia luar, tetapi ada hal yang sering kali terlupakan dari dalam diri sendiri. Diperlukan pembongkaran (dekontruksi) dan otokritik sehingga dapat melahirkan ‘sesuatu yang tidak terpukirkan’ atau karya-karya cemerlang yang menyongsong masa depan.

Bila kita kembali pada penjelasan ayat di atas, kita dapat merenungkan tahap-tahap pembentukan manusia yang begitu sederhana. Dalam ayat yang lain dikatakan air mani sebagai air yang hina. Namun, dalam kenyataanyya tidak sedikit dari kita yang lupa darimana kita berasal. Padahal, tidak ada ruang kisong bila kita merenungkan kembali asal kita. Awal mula kita adalah pertemuaan seperma dan ovum di dalam rahim ibu. Dari hari ke hari pertemuan seperma dan ovum ini berubah menjadi segumpal darah, daging, tulang belulang hingga berbentuk bayi atau manusia kacil. Semua proses ini memerlukan perjuangan panjang dan banyak pihak yang terkait di dalamnya, lebih-lebih factor ibu sebagai orang yang ditempati kandungannya. Ini juga menunjukkan bahwa mulai dari proses awal kehidupan manusia, kita sudah banyalk melibatkan pertolongan orang lain, dan ini tidak bisa dialakukan oleh satu orang dengan dirinya sendiri.

Kita bisa lihat bagaimana seorang ibu menyiapkan kandungannya sebagai tempat yang nyaman di alam rahim, memantau dan mengontrol perkembangan sang janin dari hari ke hari, memberikan gizi dan segala hal yang diperlukan, bahkan tidak jarang, ia harus mengorbankan atau mempertaruhkan nyawanya saat kelahiran. Berapa kali ia harus bolak balik ke dokter, mengekang dirinya dengan berbagai makanan yang dapat merusak kenyamanan sang janin, merelakan dirinya ubtuk istirahat total selama berbulan-bulan hanya di atas tempat tidur. Ini hanya pengirbanan kecil yang dapat disebutkan dari pengorbanan ibu, bahkan tidak sedikit kasus ibu yang tidak mampu mempertahankan keberadaan sang calon janin karena berbagai kondisi dan kelemahan manusia, ia harus mengalami peristiwa keguguran atau abortus, dan juga kuret.

Semoga kita mampu bersikap bijak dan merenungkan asal kembali kejadian kita, sehingga kita mampu menjauhkan diri dari bersikap sombong, lebih-lebih kepada kedua orang tua. Prof. Quraish Shihab mengatakan bahwa untaian proses kejadian manusia itu begitu mengagumkan dan membuktikan kepada kita akan kuasa Allah SWT. hingga dapat mengantarkan manusia mencapai kesempurnaan hidup dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: